Statistika

 


Sekilas Mengenai Statistika

    Data adalah kumpulan informasi yang diperoleh dari suatu pengamatan. Informasi ini bisa berupa angka, lambang, atau keadaan objek yang sedang diamati. Misalnya pada percobaan Biologi, dalam mengamati pertumbuhan tanaman kacang hijau. Setiap beberapa hari sekali, akan dibutuhkan catatan mengenai panjang batang tanaman untuk diamati pertumbuhannya. Dari hasil pengamatan itu, diperoleh catatan angka-angka panjang batang tanaman kacang hijau. Angka-angka itulah yang disebut dengan data.

    Setelah data terkumpul, data-data itu kemudian akan disusun, diolah, dan dianalisis untuk diperoleh sebuah kesimpulan. Ilmu yang mempelajari bagaimana cara mengumpulkan, menyusun, menyajikan, menganalisis, dan merepresentasikan data adalah statistika. Statistika ini banyak diterapkan di banyak bidang. Misalnya dalam bidang ilmu sosial dan kependudukan, statistika dapat digunakan untuk berbagai tujuan, salah satunya sensus penduduk. Selain itu, dalam bidang ekonomi, statistika juga dapat digunakan untuk mengetahui perkembangan ekonomi suatu negara.


1. Pengertian Statistika

Statistika adalah ilmu yang mempelajari cara–cara pengumpulan, pengolahan, penganalisisan data serta penarikan kesimpulan berdasarkan analisis yang dilakukan. Penyajian data statistik dapat berupa tabel, diagram batang atau diagram garis, serta diagram lingkaran.

Ilmu Statistika banyak diaplikasikan ke dalam berbagai bidang, seperti bidang sosial, pemerintahan, komputasi, bisnis, ekonomi, dan industri. Dalam bidang pemerintahan, statistika digunakan untuk sensus penduduk, voting, atau polling (seperti pemilihan dan perhitungan suara dalam pemilihan umum atau quick count). Pada bidang komputasi, statistika diterapkan pada pola kecerdasan buatan. Begitupun dengan bidang lainnya, masih banyak pengaplikasian Statistika dalam kehidupan sehari-hari seperti perhitungan laba, rugi, jumlah uang yang diperlukan untuk belanja bulanan dalam rumah tangga, perhitungan Indeks Prestasi Mahasiswa, dan lainnya.


2. Sejarah Statistika

Perkembangan ilmu statistika terjadi bersamaan dengan perkembangan sejarah manusia. Data statistik telah digunakan oleh bangsa-bangsa di MesopotamiaMesir, dan China pada periode sebelum Masehi. Mereka menggunakan statistika untuk memperoleh informasi tentang jumlah pajak yang harus dibayar oleh setiap penduduk dan jumlah hasil panen dari pertanian. Pada masa Yunani Kuno, ilmu statistika telah digunakan oleh Aristoteles dalam bukunya yang berjudul Politea. Aristoteles menggunakan statistika untuk menjelaskan data tentang keadaan 158 negara. Pada abad pertengahan, ilmu statistika berkembang di lingkungan gereja dan digunakan untuk mencatat jumlah kelahirankematian, dan pernikahan. Pada abad ke-17 Masehi, statistika diterapkan di Inggris sebagai aritmatika politik. Istilah statistika kemudian dikemukakan oleh matematikawan berkebangsaan Jerman yang bernama Gottfried Achenwall (1719-1772). Pada abad ke-18, istilah statistika dipopulerkan oleh John Sinclair (1791-1799) dalam bukunya yang berjudul Statistical Account of Scotland.

Pada abad ke-19 dan awal abad ke-20 statistika mulai banyak menggunakan bidang-bidang dalam matematika, terutama peluang. Cabang statistika yang pada saat ini sangat luas digunakan untuk mendukung metode ilmiahstatistika inferensi, dikembangkan pada paruh kedua abad ke-19 dan awal abad ke-20 oleh Karl Pearson (memperkenalkan metode regresi linear dan istilah deviasi standar pada 1894), Ronald Fisher (peletak dasar statistika inferensi dan menerbitkan Design of Experiments pada 1935), dan William Sealey Gosset (meneliti problem sampel berukuran kecil). Penggunaan statistika pada masa sekarang dapat dikatakan telah menyentuh semua bidang ilmu pengetahuan, mulai dari astronomi hingga linguistika. Bidang-bidang ekonomibiologi dan cabang-cabang terapannya, serta psikologi banyak dipengaruhi oleh statistika dalam metodologinya. Akibatnya lahirlah ilmu-ilmu gabungan seperti ekonometrikabiometrika (atau biostatistika), dan psikometrika.

Meskipun ada pihak yang menganggap statistika sebagai cabang dari matematika, tetapi sebagian pihak lainnya menganggap statistika sebagai bidang yang banyak terkait dengan matematika melihat dari sejarah dan aplikasinya. Di Indonesia, kajian statistika sebagian besar masuk dalam fakultas matematika dan ilmu pengetahuan alam, baik di dalam departemen tersendiri maupun tergabung dengan matematika.

 

3. Jenis-jenis Statistika

Ada dua macam statistika, yaitu statistika deskriptif dan statistika inferensial. Pengklasifikasian menjadi statistika deskriptif dan statistika inferensi dilakukan berdasarkan aktivitas yang dilakukan. Statistika deskriptif berkenaan dengan deskripsi data, misalnya dari menghitung rata-rata dan varians dari data mentah; mendeksripsikan menggunakan tabel-tabel atau grafik sehingga data mentah lebih mudah “dibaca” dan lebih bermakna. Sedangkan statistika inferensial lebih dari itu, misalnya melakukan pengujian hipotesis, melakukan prediksi observasi masa depan, atau membuat model regresi. 

3.1 Berdasarkan cara penyajian

    a. Statistika Deskriptif

Statistika deskriptif adalah statistik yang mengumpulkan informasi dalam bentuk deskripsi. Informasi yang diperoleh terbagi menjadi dua jenis yaitu pemusatan data dan penyebaran data. Pemusatan data memberikan informasi tentang nilai rata-rata, nilai tengah dan nilai terbanyak dari himpunan data. Sedangkan penyebaran data memberikan informasi mengenai rentang data, simpangan rata-rata, varians dan simpangan baku. Statistika deskriptif berkenaan dengan bagaimana data dapat digambarkan dideskripsikan atau disimpulkan, baik secara numerik atau secara grafis untuk mendapatkan gambaran sekilas mengenai data tersebut, sehingga lebih mudah dibaca dan bermakna. Statistika deskriptif merupakan suatu metode yang berhubungan dengan pengumpulan atau penyajian data sampai memberi informasi yang berguna. Penyajian data statistika deskriptif antara lain yaitu tabel, diagram, grafik dan besaran-besaran lain di dalam majalah dan koran.


    b. Statistika Inferensial

Statistika inferensial berkenaan dengan permodelan data dan melakukan pengambilan keputusan berdasarkan analisis data, misalnya melakukan pengujian hipotesis, melakukan estimasi pengamatan masa mendatang (estimasi atau prediksi), membuat permodelan hubungan (korelasiregresiANOVAderet waktu), dan sebagainya. Statistika inferensial merupakan suatu metode yang dapat dipakai untuk bisa menganalisis kelompok kecil dari data induknya maupun sample yang diambil dari populasi. Hingga dalam peramalan serta juga bisa penarikan kesimpulan pada kelompok data induknya atau populasi. Statistika inferensial ini merupakan suatu rangkuman dari semua metode atau cara yang berkaitan dengan analisis sebagian data. Yang mana selanjutnya akan sampai pada peramalan ataupun penarikan kesimpulan tentang keseluruhan data induk dari populasi tersebut. Generalisasi yang mempunyai ikatan dengan statistika inferensial memiliki sifat yang tidak pasti. Hal tersebut disebabkan berdasar pada informasi parsial yang diperolehnya dari sebagian data sehingga yang didapatkan merupakan peramalan saja.

 

            3.2 Berdasarkan Tingkat Kegunaan

    a. Statistika Terapan

Bebebarapa ilmu pengetahuan menggunakan statistika terapan sehingga mereka memiliki terminologi yang khusus. Disiplin ilmu tersebut antara lain: AktuariaBiostatistika atau biometrikaStatistika bisnisEkonometrikaPsikometrikaStatistika sosialStatistika teknik atau teknometrikaFisika statistikDemografiEksplorasi dataLiterasi statistikAnalisis proses dan kemometrika.

Statistika memberikan alat analisis data bagi berbagai bidang ilmu. Kegunaannya bermacam-macam: mempelajari keragaman akibat pengukuran, mengendalikan proses, merumuskan informasi dari data, dan membantu pengambilan keputusan berdasarkan data. Statistika, karena sifatnya yang objektif, sering kali merupakan satu-satunya alat yang bisa diandalkan untuk keperluan-keperluan di atas.

 

    b. Statistika Terapan

Statistika kesehatan adalah salah satu jenis statistika terapan yang menggunakan metode statistik untuk menyelesaikan masalah kesehatan. Bidang kajian statistika kesehatan membahas tentang komponen daur hidup, seperti statistik kematian, kelahiran, dan pernikahan. Selain itu, statistika kesehatan juga membahas tentang statistik pelayanan kesehatan yang meliputi hasil dari kegiatan pelayanan kesehatan. Statistika kesehatan pertama kali diterapkan oleh John Graunt pada tahun 1662 ketika melakukan pencatatan tentang kematian. Penerapan dan pengembangan ilmu staistika kesehatan kemudian diteruskan oleh para sarjana lainnya seperti William Farr, dan Karl Pearson.

 

4. Penerapan Statistika dalam Kehidupan Sehari-hari

Ilmu Statistika banyak diaplikasikan ke dalam berbagai bidang, seperti bidang sosial, pemerintahan, komputasi, bisnis, ekonomi, dan industri. Dalam bidang pemerintahan, statistika digunakan untuk sensus penduduk, voting, atau polling (seperti pemilihan dan perhitungan suara dalam pemilihan umum atau quick count). Pada bidang komputasi, statistika diterapkan pada pola kecerdasan buatan. Begitupun dengan bidang lainnya, masih banyak pengaplikasian Statistika dalam kehidupan sehari-hari seperti perhitungan laba, rugi, jumlah uang yang diperlukan untuk belanja bulanan dalam rumah tangga, perhitungan Indeks Prestasi Mahasiswa, dan lainnya. Contoh Penerapan Statistika, Statistika begitu sangat penting sebenarnya, bisa digunakan untuk menganalisis keputusan meskipun kadangkala penggunaannya tidak disadari. Peranan statistik dapat dilihat dalam kehidupan kita sehari-hari, dalam penelitian ilmiah dan dalam ilmu pengetahuan.

Beberapa contoh bahwa statistik begitu penting dalam kehidupan sehari-hari misalnya sering digunakannya ilmu statistika untuk mengontrol jumlah pengeluaran yang dibutuhkan sehingga harus sesuai dengan pendapatan yang diperoleh, kemudian melakukan pemilihan barang yang akan dibeli, dan hal lain yang membutuhkan keputusan terbaik yang akan diambil. Begitu juga dengan bidang lainnya, membantu dalam pengambilan keputusan yang harus diambil secara tepat.


5. Kesimpulan/Ringkasan Penulis

Ilmu statistik begitu penting dalam kehidupan sehari-hari, misalnya sering digunakannya ilmu statistika untuk mengontrol jumlah pengeluaran yang dibutuhkan sehingga harus sesuai dengan pendapatan yang diperoleh, kemudian melakukan pemilihan barang yang akan dibeli, dan hal lain yang membutuhkan keputusan terbaik yang akan diambil. Begitu juga dengan bidang lainnya, membantu dalam pengambilan keputusan yang harus diambil secara tepat. 

Perkembangan ilmu statistika terjadi bersamaan dengan perkembangan sejarah manusia. Data statistik telah digunakan oleh bangsa-bangsa di MesopotamiaMesir, dan China pada periode sebelum Masehi. Mereka menggunakan statistika untuk memperoleh informasi tentang jumlah pajak yang harus dibayar oleh setiap penduduk dan jumlah hasil panen dari pertanian.

Di Indonesia, kajian statistika sebagian besar masuk dalam fakultas matematika dan ilmu pengetahuan alam, baik di dalam departemen tersendiri maupun tergabung dengan matematika.

Ada dua macam statistika, yaitu statistika deskriptif dan statistika inferensial. Pengklasifikasian menjadi statistika deskriptif dan statistika inferensi dilakukan berdasarkan aktivitas yang dilakukan.


REFERENSI

Amariah, Hani. 2020. Mengenal Statistika dan Diagram Penyajian Data. Ruang Guru. https://www.ruangguru.com/blog/statistika-dan-diagram-penyajian-data.

Tiyas. 2021. Statistika Deskriptif. YUKSINAU. https://www.yuksinau.id/statistika-deskriptif/

Ulty. 2020. Penerapan Statistika dalam Kehidupan Sehari-hari. https://lancangkuning.com/post/15120/penerapan-statistika-dalam-kehidupan-sehari-hari.html  

Walpole, R. E. 1990. Pengantar statistika, edisi ke-3 (Introduction to statistics). Jakarta: Penerbit PT Gramedia Pustaka Utama. ISBN 979-403-313-8OCLC 637152950.

Komentar